Harga Ayam dan Telur Masih Tinggi, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

muhammad farhan
Pedagang ayam di Pasat Kramatjati, Jakarta Timur, mengeluh sepi pembeli akibat tingginya harga ayam potong yang menembus Rp50.000 per Kg. (Foto: MPI/Muhammad Farhan)

Rodiah menyampaikan, tidak mengetahui penyebab utama kenaikan harga ayam potong dan telur tersebut. Ia pun mengeluhkan penurunan pembelian yang drastis. 

"Yaa karena harga tinggi dan tidak stabil begini, pastinya pembeli jadi sepi. Tingkat pembelian menurun jauh sekali dibandingkan sebelumnya," kata Rodiah. 

Dia mengungkapkan, untuk mengakali kenaikan harga telur, terdapat sejumlah pembeli yang terpaksa membeli telur-telur yang kondisinya hampir pecah. Umumnya pembeli tersebut datang dari para penjual makanan dengan bahan baku telur. 

"Biasanya pembeli yang datang dari warung nasi itu mengakali kenaikan harga dengan membeli telur dalam kondisi hampir pecah. Yaa terpaksa mungkin," ungkap Rodiah. 

Sementara itu, harga daging semenjak pandemi Covid-19 belum mengalami kestabilan. Pedagang pun menuturkan lesunya pembelian sampai saat ini. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
2 hari lalu

Makan Telur Setelah Olahraga Bisa Bantu Bangun Otot, Benarkah?

6 hari lalu

Viral Kepala KPPG Surabaya Dicopot gegara Tak Serap Telur Peternak, Amran Jelaskan Kronologinya

7 hari lalu

Geram! Mentan Copot Korwil KPPG Surabaya gegara SPPG Tak Serap Telur dari Peternak

21 hari lalu

Viral Pedagang Martabak Mini jadi Korban Pencurian saat Tidur di Samping Gerobak, HP Kado Anak Raib

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal