Harga Minyak Dunia Capai Level Terendah sejak Invasi Rusia ke Ukraina, Ini Pemicunya

Jeanny Aipassa
Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)

Penjualan ritel naik 2,7 persen dari tahun lalu, sekali lagi jauh di bawah ekspektasi, karena pemulihan ekonomi China dari penguncian pandemi awal tahun ini menunjukkan tanda-tanda gagal.

Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di bank Swedia SEB, mengatakan jelas bahwa melemahnya permintaan minyak China adalah salah satu alasan utama mengapa harga minyak turun kembali sejak awal Juni.

“Ada sedikit harapan bahwa China akan mengubah sikapnya terhadap Covid-19 dalam waktu dekat dan ada risiko tinggi bahwa pelemahan permintaan China berlanjut di tengah penguncian yang terus bergulir dari bulan ke bulan,” kata Bjarne Schieldrop, seperti dikutip The Guardian, Selasa (16/8/2022). 

Ekonomi China nyaris lolos dari kontraksi pada kuartal kedua, tertatih-tatih oleh penguncian pusat komersial Shanghai dan penurunan yang semakin dalam di pasar properti, serta tingkat belanja konsumen yang terus melemah.

Sektor properti China juga melemah pada Juli 2022, akibat diguncang oleh boikot hipotek karena ribuan pembeli rumah menolak untuk mengikuti pembayaran atas rencana pembelian apartemen yang belum selesai. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Rupiah Diprediksi Melemah Pekan Depan

3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Tembus 108 Dolar AS, BBM Pertalite bakal Naik?

4 hari lalu

Konflik Iran-AS Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 101 Dolar AS per Barel

6 hari lalu

Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus 100 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal