Harga Minyak Mentah Dunia Melemah, Ini Penyebabnya

Dinar Fitra Maghiszha
Harga minyak mentah dunia melemah pada hari ini setelah mengalami reli pada tiga sesi sebelumnya. (Foto: Reuters)

Kikukawa menganalisa harga minyak mentah masih akan bertahan di atas 110 dolar AS per barel mengingat ada kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan akibat badai musim panas di Amerika Serikat.

Kabar dari wilayah timur tengah, Arab Saudi dan UEA baru saja mengumumkan kesanggupan mereka untuk menggenjot produksi. Kedua anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) itu dinilai memiliki kapasitas cadangan minyak yang cukup besar untuk menggantikan stok Rusia yang hilang akibat sanksi barat.

Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei mengatakan pada Senin (27/6/2022) bahwa UEA memiliki kapasitas produksi maksimal 3,168 juta barel per hari (bph) berdasarkan perjanjian dengan OPEC dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+. Sementara Arab Saudi menyatakan hanya dapat menambah produksi minyak 150.000 barel per hari

Seperti diketahui, pendapatan minyak OPEC melonjak pada tahun 2021 menyusul kenaikan harga dan lonjakan permintaan yang pulih dari pandemi Covid-19.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal