Harga Minyak Mentah Melesat 4 Persen dalam Sepekan Didorong Pertumbuhan Permintaan

Aditya Pratama
Harga minyak mentah ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat, tetapi naik 4 persen dalam sepekan. (Foto: Reuters)

Selain itu, Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan suku bunganya, dan investor yakin penurunan suku bunga tidak mungkin terjadi sebelum bulan Desember.

“Mengingat prospek ekonomi yang masih tidak menentu di kawasan ekonomi utama, kenaikan harga lebih lanjut diperkirakan tidak akan terjadi untuk saat ini,” ucap Analis Commerzbank, Barbara Lambrecht.

Jumlah rig minyak aktif AS, yang merupakan indikator awal produksi di masa depan, turun menjadi 488 pada minggu ini ke level terendah sejak Januari 2022. 

Di tempat lain, Rusia berjanji untuk memenuhi kewajiban produksinya berdasarkan pakta OPEC+ setelah mengatakan pihaknya melebihi kuota pada bulan Mei.

Harga minyak merosot pada pekan lalu setelah OPEC dan sekutunya mengatakan mereka akan menghentikan pengurangan produksi secara bertahap mulai bulan Oktober.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

Nasional
5 hari lalu

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Pekan Depan, Berpotensi Sentuh Rp17.850 per Dolar AS

Nasional
11 hari lalu

Bahlil Ungkap Rencana Bentuk KEK untuk Bangun Gudang Minyak Raksasa

Internasional
10 hari lalu

Perusahaan Migas Raup Untung Besar Berkat Perang AS-Iran

Internasional
11 hari lalu

Harga Minyak Mentah Melonjak usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal