Sementara itu, impor minyak dan operasi kilang di China pada tahun ini cenderung lebih rendah daripada tahun 2023 karena permintaan bahan bakar yang melemah di tengah pertumbuhan ekonomi yang lamban.
"Meskipun data ekonomi China tetap mengecewakan, kami mulai melihat penarikan persediaan minyak yang lebih besar, yang menunjukkan pertumbuhan pasokan tertinggal dari pertumbuhan permintaan," ucap analis UBS Giovanni Staunovo.
Sebelumnya, bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga dalam upaya untuk menopang ekonominya yang melemah.
Di tempat lain, upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata guna mengakhiri perang di Gaza antara Israel dan kelompok militan Hamas telah mendapat momentum sejak sebulan lalu. Sebuah terobosan ini dapat mengikis ancaman yang masih ada terhadap pasokan, sehingga dapat menurunkan harga.
"Dengan perkembangan yang berkelanjutan, dan menurut beberapa sumber, bersifat rekonsiliasi dalam perundingan damai Gaza, harga minyak semakin sulit untuk bertahan pada reli yang terputus-putus," ucap Analis di PVM, John Evans dalam sebuah catatan.