HOUSTON, iNews.id - Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan hari Kamis setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menguat dapat memicu ekspektasi permintaan minyak yang lebih tinggi. Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh kekhawatiran tentang impor minyak yang lebih rendah dari China.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka untuk bulan September ditutup naik 66 sen atau 0,81 persen ke 82,37 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan September naik 69 sen atau 0,89 persen menjadi 78,28 dolar AS per barel.
Departemen perdagangan AS menunjukkan bahwa ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh lebih tinggi dari yang diperkirakan pada kuartal II 2024. Sementara, inflasi yang mereda meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan September.
Suku bunga yang lebih rendah diharapkan akan menggerakkan aktivitas ekonomi, yang dapat meningkatkan konsumsi minyak.
"Data PDB AS menyiratkan ekonomi berjalan dengan baik. Ini merupakan indikasi bahwa kita akan mengalami 'soft landing'," ucap Direktur Energi Berjangka di Mizuho, Bob Yawger.