Harga Minyak Mentah Turun Tipis dalam Sepekan, Ini Penyebabnya

Aditya Pratama
Harga minyak mentah turun tipis pada perdagangan sepekan karena perkiraan pertumbuhan permintaan dari minyak IEA dan kekhawatiran melambatnya suku bunga AS. (Foto: Reuters)

AS memperkirakan serangan Iran terhadap Israel akan terjadi, namun serangan tersebut tidak akan cukup besar untuk menarik Washington ke dalam perang. Adapun, sumber-sumber Iran mengatakan Teheran telah mengisyaratkan tanggapan yang bertujuan menghindari eskalasi besar.

Selain itu, masalah rantai pasokan masih membawa risiko terbesar karena Iran terus mempertahankan ancamannya untuk menutup Terusan Suez.

Sementara, Badan Energi Internasional memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2024 menjadi 1,2 juta barel per hari (bph).

OPEC pada hari Kamis mengatakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada 2024.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat melemahkan pertumbuhan ekonomi dan menekan permintaan minyak. Perusahaan-perusahaan energi AS pada minggu ini memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi selama empat minggu berturut-turut.

Jumlah rig minyak dan gas, yang merupakan indikator awal produksi di masa depan, turun tiga rig menjadi 617 rig dalam sepekan hingga 12 April, terendah sejak November.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Brent Sentuh 82,84 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal