Hippindo Sebut Rencana Pengenaan Bea Masuk Tidak Tepat, Soroti Aksi Impor Ilegal

muhammad farhan
Hippindo menilai permasalahan yang terjadi di pasar domestik kali ini adalah maraknya penetrasi produk impor ilegal. (Foto: Aldhi Chandra)

Hasan menyebut, jika pemerintah tidak bisa memberikan perlindungan kepada peritel terutama dalam perdagangan impor dan ekspansi bisnis, ekonomi Indonesia ditengarai akan terganggu.

"Pemerintah sudah pernah bilang bahwa lebih dari 52 persen pertumbuhan ekonomi itu asalnya dari konsumsi. Ritel ini yang kami maksud sebagai salah satu pemicu pertumbuhan konsumsi itu terjadi," kata dia.

Lebih lanjut, Hasan mengatakan, jika pemerintah tidak bisa mendukung ekosistem peritel impor resmi di Indonesia dan tidak mematikan produksi industri dalam negeri, maka dikhawatirkan masyarakat akan berbelanja ke luar negeri.

"Nantinya kami khawatir masyarakat akan berbelanja ke luar negeri untuk mencari barang yang tidak ada di Indonesia, kan sayang," tuturnya.

"Justru salah satu misi Hippindo adalah kita ingin membuat Indonesia sebagai destinasi belanja dan wisata," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Makro
22 hari lalu

1.819 Produk Indonesia Bebas Tarif Masuk AS, dari Sawit hingga Komponen Elektronik

Nasional
29 hari lalu

Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Tiffany & Co, Purbaya: Impor Ilegal Pasti Ditindak!

Nasional
2 bulan lalu

KKP Gagalkan Penyelundupan 100 Ton Ikan Salem, Rugikan Negara Rp4,48 Miliar

Nasional
3 bulan lalu

Banjir Barang asal China, Pemerintah Siapkan Aturan Pembatasan Impor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal