Impor Baju Bekas Ilegal Tambah Sampah Indonesia, Hanya 20 Persen yang Bisa Dijual Kembali

Dovana Hasiana
Staf Khusus Menkop UKM, Fiki Satari, dalam program Konspirasi Prabu Official iNews, Rabu (19/4/2023). (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Stafsus Menkop UKM), Fiki Satari, mengatakan impor baju bekas ilegal menambah jumlah sampah Indonesia. Pasalnya, dari total baju bekas ilegal yang masuk ke Indonesia, hanya 20 persen yang bisa dijual kembali. 

Berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), penjual biasanya mengimpor baju bekas dalam bentuk bal yang angkanya mencapai 350.000 per hari. Baju bekas tersebut kemudian diseleksi untuk ditentukan mana yang layak dijual. 

“Dari 350.000 yang masuk, hanya 20 persen yang dijual kembali. Sementara 80 persen menumpuk jadi sampah di Indonesia,” ujar Staf Khusus Menkop UKM, Fiki Satari, dalam program Konspirasi Prabu Official iNews, Rabu (19/4/2023).

Dengan demikian, Fiki menyebut larangan impor pakaian bekas sangat relevan untuk mencegah penumpukan sampah. Selain itu, larangan tersebut dilakukan untuk mengalihkan masyarakat dari produk impor kepada produk lokal.

Selama ini, lanjutnya, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berada pada posisi yang rentan karena ekosistem yang tidak berimbang atau berpihak pada mereka (inequality playing field). 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
3 hari lalu

Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas, MNC University Gelar Bimtek Pengolahan Sampah di Gunung Putri

3 hari lalu

Tak Cukup Didaur Ulang, Sampah Kampus Perlu Dikelola dengan Cara Ini

9 hari lalu

Sampah Bantargebang Diolah Jadi Listrik, Siap Terangi 55.000 Rumah

20 hari lalu

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal