Indahnya Transformasi ala Rudolf Tjandra

Aditya Pratama
CEO Sasa Inti, Rudolf Tjandra. (Foto: LinkedIn)

Setelah SDM,  isu yang bisa dievaluasi yaitu brand. Dia menyebut, brand kerapkali tak nyambung antara apa yang ditawarkan di depan (konsumen) dengan pengerjaan di belakang (operasional). Brand, kata dia,  bukan soal nama, melainkan bagaimana dia bisa terkoneksi dengan psikologi konsumen.

"Jika sebuah brand -atau bisnis- kehilangan nilainya di mata konsumen, nilai tersebut perlu digali kembali, dan nilai (brand) bisa diperkuat secara regional, nasional, atau internasional," ujarnya.

Masalah brand, menurut dia, seringkali terkait operasional. Brand yang bagus butuh operasional belakang layar yang bagus juga, sehingga nilai brand dari produk bisa sampai kepada konsumen.

Namun, dia  menilai untuk memperkuat operasional, misalnya ekspansi butuh dana yang besar.

"Semua bisnis yang sukses tentu membutuhkan produksi, sumber daya, dan pembiayaan untuk memenuhi visi. Tugas Anda adalah mengembangkan operasional sesuai dengan peluang yang ada," tulisnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Music
2 tahun lalu

Rangkaian Tur Ditutup Istimewa, Sheila On 7 Sukses Guncang 35 Ribu Penonton

Bisnis
2 tahun lalu

Masa Depan Cerah Perusahaan Produk Konsumen Indonesia

Health
2 tahun lalu

Peduli Fenomena Insecurity Generasi Muda, SASA Luncurkan Kampanye #BeYouBeConfident

Bisnis
2 tahun lalu

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, PT Sasa Inti Bangun PAUD dan PLTS hingga PNB 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal