Ada pun terobosan yang dilakukan oleh Kemenperin untuk meningkatkan kualitas SDM yakni dengan melakukan pelatihan yang terlaksana di Pulau Jawa. Tak hanya pelatihan saja, dukungan peralatan industri tekstil yang memadai juga perlu dilakukan.
Dengan dibutuhkannya peralatan yang memadai menggunakan sistem digitalisasi, maka revolusi industri 4.0 bisa berjalan. Apalagi menurutnya, di era teknologi seperti sekarang ini, digitalisasi menjadi salah satu syarat penting agar industri bisa kompetitif.
"Kalau SDM, ya seperti ini dilakukan training-training akademi komunitas, kita bikin di mana-mana. Di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur kita persiapkan, biar siap pakai langsung di sektor industri khususnya tekstil. Kalau dari aspek industrinya, kita sedang mencanangkan strukturisasi peralatan-peralatan tekstil yang sudah tua untuk bisa diganti dengan peralatan baru, khususnya digital yang pada saat ini mau tidak mau kita ikuti perkembangan teknologinya," tuturnya.
Kemenperin juga menargetkan pada tahun 2019 bisa mencetak satu juta tenaga kerja vokasi industri tekstil siap pakai. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil yang diperkirakan ekspansif di tahun-tahun mendatang.
"2019 kami menargetkan 1 juta tenaga kerja siap pakai. Dari Pan Brothers saja akan ekspansi pabrik keempat, mereka belum dapat alokasi SDM. Dari akademi komunitas pun juga sangat terbatas karena yang bisa mendapatkan alokasi SDM lulusan ini, itu dibagi-bagi, rata biar enggak jomplang," ucapnya.