Ini Alasan BI Koreksi Pertumbuhan Kredit di 2017

Isna Rifka Sri Rahayu
Pengumuman hasil RDG BI yang diputuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 4,25 persen (Foto: iNews.id/Isna)

JAKARTA, iNews.idBank Indonesia sebelumnya memprediksi pertumbuhan kredit tahun 2017 bisa mencapai 10%-12% yang akhirnya dikoreksi lebih rendah menjadi sekitar 8%.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, membantah adanya pelemahan pertumbuhan kredit. Sebab, ada alasan kenapa pertumbuhan tidak terlihat naik pesat.

Menurut dia, tahun 2013 korporasi sudah melakukan ekspansi besar-besaran dibanding tahun ini. Kemudian ekonomi terkena taper tantrum sehingga melakukan pemulihan dan belum memerlukan tambahan kapasitas.

"Karena tambahan kapasitas sudah terjadi di 2013. Kelihatan makanya kenapa kredit investasi belum naik. Kalau pemulihan terus berlanjut maka nantinya akan diikuti pertumbuhan kredit investasi dan modal kerja," ujarnya di Gedung Thamrin BI, Kamis 16 November 2017 malam.

BI menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) 0% yang ditetapkan setiap enam bulan. Ia mengatakan, jika ekonomi booming maka CCB akan dinaikkan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
15 jam lalu

BI Minta Pasar Tak Panik usai Perry Warjiyo Mundur: Kebijakan Kami Tidak Berubah

17 jam lalu

Destry Damayanti Buka Suara soal Kans Jadi Gubernur BI Gantikan Perry Warjiyo

18 jam lalu

Dipanggil ke Istana, Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Ungkap Arahan Prabowo

18 jam lalu

Airlangga Respons Perry Warjiyo Mundur: BI Tetap Jaga Stabilitas Moneter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal