Ini Alasan Pertamina Belum Beli Minyak Murah dari Rusia

Atikah Umiyani
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati. (Foto: dok SINDO)

Nicke menambahkan, kilang yang dimiliki Indonesia masih menggunakan teknologi lama. Namun, sambungnya, untuk kilang-kilang yang sudah dilakukan revamping seperti RDMP (Refinery Development Master Plan) Balongan dapat mengolah crude dengan sulfur yang tinggi, sehingga harga bisa lebih murah. 

Nicke menjelaskan, selama ini pihaknya memang kerap membeli minyak mentah yang mahal dengan sulfur rendah, karena kemampuan kilang dalam mengolah sulfur belum tinggi. Namun saat ini, dengan RDMP maka pihaknya meningkatkan kemampuan kilang, sehingga bisa membeli minyak mentah yang lebih murah dan lebih banyak di pasaran. 

"Crude dengan sulfur rendah ga banyak di pasaran makanya harganya juga mahal, hanya dari middle east (timur tengah) saja," ucapnya.

"Nah sekarang dengan kilang dilakukan revamping dan ada energi efisiensi sehingga fleksibilitas untuk menggunakan jenis crude yang lain yang lebih murah. Contoh kita ambil dari Amerika dengan selisih antara 4-5 dolar AS karena itu light crude bisa kita gunakan dan kita campur," sambungnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 12 Juni 2026 Lengkap Pertalite hingga Pertamax

57 tahun lalu

PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal, Dukung Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

57 tahun lalu

Harga BBM Pertamina 11 Juni 2026 Terbaru, Pertamax Naik jadi Segini!

57 tahun lalu

Pengendara Beralih ke Pertalite usai Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal