Ini Penjelasan Stafsus Erick Thohir soal Rencana IPO BUMN

Suparjo Ramalan
Kementerian BUMN memilih tidak buru-buru membawa perusahaan pelat merah untuk IPO di BEI. (Foto: Antara)

Dia tak menafikan bahwa IPO BUMN selalu ditunggu-tunggu. Pasalnya, perusahaan pelat merah kerap membidik dana segar hingga puluhan triliun rupiah dengan saham yang dilepas dalam jumlah besar. Contohnya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). 

“Gini, itu kami senang artinya BUMN itu betul-betul jadi penggerak Bursa, jadi ditunggu kan, jadi setiap di IPO pasti besar, iya kan, kayak kemarin kita Mitratel dan PGE,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menuturkan bahwa belum ada perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar tunggu atau pipeline penawaran umum perdana saham.

Iman pun berharap, perusahaan dan anak usaha BUMN dapat melantai di pasar modal Indonesia pada tahun depan. 

“BUMN belum ada, wait and see, mungkin menunggu pemerintahan baru,” ujar Iman.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

OJK Kantongi Nama Calon Direksi BEI jelang RUPS Juni, Siapa Saja?

Keuangan
10 hari lalu

IHSG Sepekan Melemah 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.736 Triliun

Bisnis
20 hari lalu

Ikuti Investor Reward Program 2026 Berhadiah Total Lebih dari Rp250 Juta!

Keuangan
24 hari lalu

IHSG Sepekan Menguat 6,14 Persen, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp13.189 Triliun 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal