Ini Penjelasan Stafsus Erick Thohir soal Rencana IPO BUMN

Suparjo Ramalan
Kementerian BUMN memilih tidak buru-buru membawa perusahaan pelat merah untuk IPO di BEI. (Foto: Antara)

"Saya kasih contoh, dulu waktu Pertamina Hulu Energi mau di-IPO-kan, itu market-nya ga cocok, ga pas market-nya, ga bisa dipaksakan gitu, itu harus benar bisa, baru bisa," tuturnya.

Dia tak menafikan bahwa IPO BUMN selalu ditunggu-tunggu. Pasalnya, perusahaan pelat merah kerap membidik dana segar hingga puluhan triliun rupiah dengan saham yang dilepas dalam jumlah besar. Contohnya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). 

“Gini, itu kami senang artinya BUMN itu betul-betul jadi penggerak Bursa, jadi ditunggu kan, jadi setiap di IPO pasti besar, iya kan, kayak kemarin kita Mitratel dan PGE,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menuturkan bahwa belum ada perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar tunggu atau pipeline penawaran umum perdana saham.

Iman pun berharap, perusahaan dan anak usaha BUMN dapat melantai di pasar modal Indonesia pada tahun depan. 

“BUMN belum ada, wait and see, mungkin menunggu pemerintahan baru,” ujar Iman.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OJK Minta Direksi BEI Baru Lanjutkan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia 

57 tahun lalu

Dasco Bertemu OJK dan BEI, Bahas Perbaikan Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

57 tahun lalu

Ini Susunan Lengkap Direksi BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

57 tahun lalu

SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal