Ini Penyebab Minyak Goreng Masih Mahal dan Langka di Pasaran

Athika Rahma
Apkasindo menyebut bahwa bahan baku untuk memproduksi minyak goreng DMO belum terserap di pabrik. (foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak goreng saat ini belum sepenuhnya sama meski pun Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam beberapa kasus, ketika harga minyak goreng di beberapa lokasi sudah turun, stoknya justru langsung menipis.

Kemendag juga telah menerapkan kewajiban DMO (Domestic Market Obligation) dan DPO (Domestic Price Obligation) minyak goreng. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyebut bahwa harga tandan buah segar (TBS) sawit membaik. Lalu, kenapa minyak goreng masih mahal dan langka di pasaran?

Ketua Umum Apkasindo Gulat Manurung mengatakan, untuk menstabilkan harga dan stok minyak goreng, pemerintah mewajibkan produsen memenuhi stok minyak goreng dalam negeri sebanyak 20 persen dari volume ekspor. Namun, bahan baku untuk memproduksi minyak goreng DMO belum terserap di pabrik.

"Nah kenapa ini belum masuk ke pabrik, jawabannya karena belum ada petunjuk teknis (juknis) (DMO dan DPO) yang detail," ujar Gulat dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (2/2/2022).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Pengacara Roy Suryo Minta Polisi Usut Tuntas Laporan terhadap 7 Pendukung Jokowi

Nasional
5 hari lalu

Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk Subsidi karena Tak Patuhi HET

Nasional
7 hari lalu

Daftar Harga Pangan 5 Januari 2026, Beras hingga Minyak Goreng Kompak Naik

Nasional
13 hari lalu

Mentan Sidak ke Pasar Tebet Jaksel, Temukan Minyakita Dijual di Atas HET

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal