Ini Penyebab Utama Harga Telur Ayam Naik Hingga Rp31.000/Kg

Suparjo Ramalan
Harga telur ayam mengalami kenaikan antara Rp31.000 hingga Rp33.000 per kilogram. (Foto: dok iNews)

"Jadi kadang-kadang sharing peternak mereka gunakan momentum ini bukan untuk mendapakan keuntungan berlebih, tapi untuk menutup kerugian sebelumnya. Beberapa bulan lalu sempet anjlok Rp17.000-Rp18.000, jadi rugi besar. Jadi kalau ada siklus begini mereka bukan cari untung lebih," kata Frans.

Dia mengatakan, ID Food akan berperan menurunkan harga telur ayam. Salah satunya dengan meningkatkan produktivitas jagung untuk pakan ternak. Sebab, porsi harga pakan jagung itu 50 persen dari ongkos produksi telur ayam.

"Jadi tujuan kita dorong swasembada jagung, produksi jagung agar harga lebih stabil untuk bisa bantu harga pakan lebih stabil. Beberapa bulan ini kan harga jagung nggak gejolak sepanjang tahun, makanya kami lagi naikkan produktivitas," ungkap Frans.

Selain itu, lanjut Frans, ID Food juga mengintervensi dengan membuat operasi pasar telur ayam yang berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Kalau harga tinggi yang dilakukan itu nanti harus kordinasi dengan Kemendag untuk operasi pasar dan konsumen memang kita harus jaga keseimbangan supaya harga di peternak nggak jatuh dan harga di konsumen nggak mahal," tutur Frans.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
28 hari lalu

Instalasi Seni Unik Bakal Hadir di TIM Jakarta, Mengulik Sisi Lain Telur Ayam!

1 bulan lalu

Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hari Kemerdekaan, Ini Penjelasan Mendag

2 bulan lalu

Jeritan Peternak Ayam Petelur: Biaya Produksi Tinggi, Harga Jual Bikin Buntung

2 bulan lalu

Harga Cabai hingga Daging Ayam Naik Lagi Hari Ini, Cek Rinciannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal