Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp102.250 per Kg, Mendag Ungkap Biang Keroknya
Advertisement . Scroll to see content

Mendag Ingatkan Bahaya Telur Dijual di Bawah HET: Bisa jadi Langka dan Mahal

Jumat, 09 Oktober 2026 - 01:00:00 WIB
Mendag Ingatkan Bahaya Telur Dijual di Bawah HET: Bisa jadi Langka dan Mahal
Mendag ungkap harga telur ayam tak boleh dijual terlalu murah di bawah HET. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memperingatkan risiko harga telur terlalu rendah bagi keberlangsungan usaha peternak. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi hingga memilih menghentikan usaha.

Jika banyak peternak berhenti berproduksi, pasokan telur di pasar berpotensi menurun. Kondisi itu dapat memicu kelangkaan dan pada akhirnya mendorong harga telur menjadi lebih mahal.

"Jangan sampai harga terlalu rendah nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur nggak ada, justru telur langka dan telur menjadi mahal," ujarnya saat ditemui di acara opening Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026, Kamis (8/10/2026).

Budi, menyebut harga rata-rata nasional telur saat ini berada di level Rp26.800 per kilogram. Angka tersebut masih berada di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp30.000 per kilogram.

"Telur sekarang hari ini itu harga rata-rata nasionalnya Rp26.800. Harga acuannya kan Rp30.000," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut