Ini yang Membedakan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers

Aditya Pratama
Ini yang membedakan krisis Evergrande dengan Lehman Brothers.

Dia menuturkan, pemerintah daerah memiliki insentif yang kuat untuk menstabilkan harga tanah. Dalam skenario terburuk, pemerintah daerah dapat membeli kembali tanah, seperti yang mereka lakukan pada 2014-2015.

Perbedaan penting lainnya dalam kasus Evergrande adalah tingkat kontrol dan keterlibatan pemerintah yang lebih besar dalam industri real estat China.

"Bank-bank China dan banyak entitas lainnya adalah yang pertama menjadi senjata pemerintah, perantara berada di urutan kedua. Bahkan keuangan nonnegara dapat dikendalikan ke tingkat yang jarang terlihat di luar China. Kebangkrutan komersial adalah pilihan negara,” kata analis di perusahaan riset China Beige Book. 

Keruntuhan Lehman Brothers 13 tahun yang lalu menjadi momen ikonik dari krisis keuangan global. Bank menanggung puluhan miliar dolar AS. Pemerintah AS akhirnya memilih membiarkan Lehman bangkrut, dan menyelamatkan lembaga keuangan lainnya.

Dalam kasus di China, pemerintah berusaha memberikan kesempatan pasar memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian dengan membiarkan lebih banyak pinjaman perusahaan milik negara mengalami gagal bayar. Menurut Hu, pihak berwenang akan bersabar dalam kasus Evergrande karena mereka memiliki dua tujuan untuk mencegah pengambilan risiko yang berlebihan dan menjaga stabilitas di pasar properti.

"Para pembuat kebijakan akan memilih untuk menunggu dulu, kemudian melangkah kemudian untuk memastikan restrukturisasi utang yang teratur. Bailout sangat tidak mungkin dan pemegang saham atau pemberi pinjaman mungkin akan mengalami kerugian besar. Tetapi pemerintah akan memastikan bahwa apartemen prapenjualan selesai dan dikirim ke pembeli rumah," tuturnya.

Hu juga menunjuk pada rekam jejak pemerintah China baru-baru ini dalam merestrukturisasi Anbang Insurance, Baoshang Bank, HNA Group, dan China Huarong Asset Management. 

"Sistem perbankan China memiliki keuntungan tahunan 1,9 (triliun yuan) dan provisi 5,4 (triliun yuan), yang dapat dengan mudah menyerap kerugian dari Evergrande," ucapnya.

Selain itu, menurut UBS, dalam kasus Evergrande, pengembang properti memiliki lebih banyak hubungan langsung dengan investor asing. Perusahaan ini memiliki sekitar 19 miliar dolar obligasi luar negeri yang beredar, setara 9 persen dari obligasi China berdenominasi dolar AS. Total kewajiban Evergrande sekitar 313 miliar dolar AS adalah sekitar 6,5 persen dari total kewajiban sektor properti China. 

Analis UBS memperkirakan Evergrande akan merestrukturisasi utangnya. Mereka memprediksi harga obligasi akan pulih dari posisi terendah.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
21 jam lalu

Bangun Kampung Haji, Menag: RI jadi Negara Pertama yang Beli Properti di Mekkah dan Madinah

Internasional
2 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
4 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Internasional
4 hari lalu

Nah! Iran Akan Gelar Latihan Perang dengan China dan Rusia, Peringatan untuk AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal