Momen pertemuan Presiden Jokowi dan Elon Musk di SpaceX, Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022). (Foto: BPMI SETPRES/UN)
Dinar Fitra Maghiszha

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan pembicaraan dengan produsen mobil listrik Tesla dan Ford untuk mendirikan fasilitas manufaktur di Indonesia, termasuk pabrik mobil. Saat bertemu CEO Tesla Elon Musk beberapa waktu lalu, Jokowi menyarankan kepada Tesla agar dapat mendasarkan seluruh rantai pasokannya di dalam negeri.

Jokowi menyebut telah melakukan banyak diskusi saat bertemu dengan Musk, terutama tentang bagaimana Tesla dapat membangun industri dari hulu ke hilir. 

“Kami melakukan banyak diskusi, mulai dari smelter kemudian membangun industri katoda dan prekursor, membangun baterai EV, membangun baterai lithium (dan) kemudian pabrik kendaraan. Semuanya ada di Indonesia, karena itu sangat efisien. Itu yang saya tawarkan,” ujar Jokowi dalam wawancara bersama CNBC International dikutip, Selasa (21/6/2022), 

Jokowi menambahkan, Musk telah mengirim timnya ke Indonesia pada enam minggu lalu untuk memeriksa potensi nikel dan aspek lingkungan. Namun, tim terkait mobil belum datang.

Dia mengatakan, Tesla dapat berkunjung kembali dalam waktu dekat untuk mengevaluasi potensi investasi di Tanah Air. Jokowi juga menyebut belum ada keputusan tentang rencana Tesla untuk berinvestasi di Indonesia.

Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki cadangan timah, tembaga, nikel, kobalt, dan bauksit yang melimpah, beberapa di antaranya merupakan bahan utama untuk baterai kendaraan listrik.

Di bawah Jokowi, Indonesia yang kaya sumber daya telah melarang ekspor komoditas utama, termasuk nikel yang belum diproses pada tahun 2020, batu bara pada tahun 2021, dan minyak nabati pada bulan April. Langkah terakhir ditujukan untuk menstabilkan harga domestik.

“Tidak, saya pikir itu bukan proteksionisme. Tapi kita ingin nilai tambah itu ada di Indonesia. Kalau kita tetap mengekspor bahan mentah, yang mendapat nilai tambah itu negara lain,” ucapnya.

Dalam upaya untuk meningkatkan ekonominya dan memanfaatkan sumber daya alamnya untuk produksi dalam negeri, Indonesia ingin menjauh dari ekspor bahan mentah. Dia juga ingin menjadi pemain global dalam baterai listrik dan produsen mobil listrik.

“Kami ingin membangun ekosistem industri untuk baterai lithium,” tuturnya. 



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT