Kebijakan FCA Saham Raksasa di Pemantauan Khusus Picu Aksi Jual

Dinar Fitra Maghiszha
ilustrasi saham di bursa usai kebijakan FCA (freepik)

JAKARTA, iNews.id - Perdagangan saham dengan skema full periodic call auction (FCA) dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) menimbulkan pro dan kontra di kalangan investor. Bahkan, sejumlah saham besar menjadi special monitoring di bursa, pasar dinilai cenderung mengalami fluktuasi (volatility), dan memicu aksi jual investor -khususnya asing- terhadap saham-saham big cap lainnya.

“Dengan masuknya saham big cap dalam skema FCA, maka otomatis secara live trading atau saat market buka, itu mempengaruhi volatilitas pasar,” ucap Professional Trader & Pengamat Pasar Modal, Michael Yeoh, dalam Special Dialogue iNews Malam, Rabu (12/6).

Selama ini, sejumlah investor terutama asing menggunakan metode quantitative trading dengan melibatkan penggunaan algoritma dalam mengeksekusi order beli/jual, terhadap saham-saham yang berpotensi memberikan keuntungan.

Michael menyebut dengan adanya FCA maka algorima quant trading menjadi kacau. 

“Algoritma quant trading ini menjadi tidak normal lagi, dan ini mengakibatkan volatilitas yang berlebih,” tutur dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
43 menit lalu

Purbaya-Bahlil Bahas Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Tegaskan Subsidi Harus Tepat Sasaran

1 hari lalu

340 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Turun ke 6.365

4 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.409, VOKS-KBLV Pimpin Top Gainers

5 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup di Zona Merah, 354 Saham Melemah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal