Kebijakan FCA Saham Raksasa di Pemantauan Khusus Picu Aksi Jual

Dinar Fitra Maghiszha
ilustrasi saham di bursa usai kebijakan FCA (freepik)

Pengamat Pasar Modal Kartika Sutandi menilai saham big cap, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi salah satu contoh bahwa saat big cap masuk PPK maka memicu aksi jual big cap lain.

“Kalau indeks turun, mereka (asing) ini jualnya bersamaan (basket trade), jadi big cap lain kena. BREN turun, indeks (IHSG) ikut turun, maka all the bank (saham bank big cap) juga kena,” kata Kartika.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, sebelumnya mengatakan mekanisme call auction dibuat agar meredam agresivitas orderbook, terhadap saham-saham yang sedang dipantau regulator.

Bukan kosongan, bursa masih menyediakan Indicative Equilibrium Price (IEP), dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) sebagai rujukan investor. Inarno menyebut IEP dan IEV didasarkan pada keseluruhan order yang ada di order book, dengan menghitung harga pada titik equilibrium. 

“Jadi tidak hanya semata-mata melihat harga pada order dengan jumlah besar tersebut ya,” ujar Inarno

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
4 jam lalu

Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Ini Penjelasan Pertamina 

6 jam lalu

326 Saham Melesat, IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau

1 hari lalu

DJP Buka Suara soal Restitusi Pajak Lambat: Tak Ada Kebijakan Menahan

1 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, Nilai Transaksi Capai Rp1 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal