Kemenhub: Tarif Ojek Online Diambil Titik Tengah Driver dan Aplikator

Rully Ramli
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

"Permintaan driver Rp2.400 per km kurang lebih net. Namun aplikator melihatnya masih cukup besar," ujar Budi.

Permenhub 12/2019 hanya mengatur soal formula perhitungan biaya jasa yang menjadi dasar tarif ojek online. Dalam pasal 11 dinyatakan, ada dua jenis biaya yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung.

Biaya langsung mencakup sebelas komponen yaitu penyusutan kendaraan, bunga modal, pengemudi, asuransi, pajak kendaraan bermotor, BBM, ban, pemeliharaan dan perbaikan, penyusutan telepon seluler, pulsa atau kuota internet, dan profit mitra. Sementara biaya tidak langsung mencakup jasa penyewaan aplikasi.

Penetapan formula tersebut akan dilakukan Menteri Perhubungan dan Dirjen Hubdar. Dalam pasal 12 dinyatakan, aplikator wajib menerapkan biaya jasa berdasarkan formula tersebut.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Partai Perindo Berbagi Takjil dan Modal Usaha, Dorong UMKM Tumbuh di Bulan Ramadan

Nasional
1 bulan lalu

BHR Ojol dan Kurir Online, Menaker Ingatkan Aplikator Transparan

Nasional
1 bulan lalu

Kabar Baik! THR Ojol 2026 Capai Rp220 Miliar, Naik 2 Kali Lipat

Megapolitan
2 bulan lalu

Pemprov DKI Segera Tertibkan PKL Berjualan di Trotoar, Ojol Parkir Sembarangan Juga Ditindak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal