Komitmen PLN Mengawal Seruan 'Laudato Si' Paus Fransiskus untuk Menjaga Bumi

Irfan Ma'ruf
Petugas Gereja Katedral menunjukkan PLTS atap di Gereja Katedral Jakarta, Selasa (28/10/2024). (Foto: iNews/Irfan Ma'ruf)

PLN Dukung Pengembangan Energi Terbarukan

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto pada kesempatan terpisah menegaskan, PT PLN (Persero) berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pembauran energi baru dan terbarukan. Salah satu bukti konkretnya melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang paling hijau dalam sejarah Indonesia. 

Dia menyebutkan, PT PLN Persero saat ini  tercatat telah menambah kapasitas listrik terbarukan mencapai 51,6 persen. "Dengan 51,6 persen tambahan kapasitas listrik berasal dari energi terbarukan dengan total kapasitas 20,9 gigawatt (GW)," kata Gregorius Adi kepada iNews.

PLN berkomitmen untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sampai saat ini, kapasitas PLTS di Indonesia telah mencapai 343,1 Megawatt peak (MWp) dan PLTS Atap mencapai 245,2 MWp. 

Saat ini masyarakat yang menggunakan PLTS atap terus bertambah dengan dukungan PLN. Sampai Agustus 2024, tercatat sudah ada 9.477 pelanggan PLTS atap on-grid dengan total kapasitas 245,2 MWp. PLN terus memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin memasang PLTS on-grid, khususnya dari sisi perizinan. 

"Pelanggan atau pemohon cukup menggunakan layanan satu pintu di PLN Mobile yang praktis. Melalui aplikasi ini, pelanggan bisa memantau progres pengajuan PLTS atap mulai dari permohonan awal sampai dengan mendapat surat persetujuan," katanya. 

Kolaborasi Bersama Menjaga Bumi

Sebagai komitmen mendorong net zero emissions (NZE), PLN juga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan PLTS. Hasilnya, berbagai project PLTS telah terwujud di antaranya PLTS Terapung Cirata 192 MWp hasil kolaborasi dengan Masdar, PLTS ground-mounted 100 MWp kolaborasi dengan Aruna PV dan PLTS IKN kolaborasi dengan Sembcorp dengan target mencapai kapasitas maksimal 50 Megawatt (MW) pada akhir 2024.

PLN juga berkolaborasi dengan ACWA Power dalam project PLTS yang sedang dikembangkan di antaranya PLTS Terapung Singkarak berkapasitas 77 MWp dengan kolaborasi bersama ACWA dan PLTS Terapung Saguling 92 MWp. 

"Target Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2026, dan PLTS Terapung Karangkates 129 MWp kolaborasi dengan GD Power yang ditarget COD di 2025," katanya.

Sebagai komitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target netralitas karbon, PT PLN (Persero) membatalkan beberapa kontrak di antaranya kontrak 13,3 GW pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang sebelumnya masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.

PLN Persero juga membatalkan beberapa kontrak di antaranya, Power Purchase Agreement (PPA) sebanyak 1,3 GW PLTU. Kemudian, mengganti sebanyak 1,1 GW PLTU dengan energi baru terbarukan (EBT) dan 800 MW PLTU dengan gas alam. Selanjutnya, mendorong co-firing biomassa pada 46 PLTU, program dedieselisasi sebesar 1 GW dan implementasi carbon trading tahun 2024 di 29 pembangkit listrik.

"Dengan segala upaya ini, PLN berhasil mengurangi dan menghindari sebanyak 3,7 miliar ton CO2," katanya. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Listrik di Jakarta Mati Serentak Kemarin, Kementerian ESDM Turun Tangan Investigasi

Nasional
6 hari lalu

LPDB Koperasi Dorong Elektrifikasi Desa Lewat Pembiayaan PLTS, Siapkan Rp2,1 Triliun

Megapolitan
7 hari lalu

PLN Ungkap Penyebab Listrik Mati Serentak di Jakarta Hari Ini

Bisnis
8 hari lalu

Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLN, Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal