Konsultan Keamanan Siber Duga Serangan Ransomware ke BRI Cuma Hoaks

Aditya Pratama
Konsultan Keamanan Siber, Teguh Aprianto meragukan klaim serangan ransomware terhadap BRI. Dia menduga serangan tersbut hoaks. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Konsultan Keamanan Siber, Teguh Aprianto meragukan klaim serangan ransomware terhadap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dari kelompok ransomware baru bernama Bashe. Dia menduga serangan ransomware itu hanya kabar bohong alias hoaks.

Saat ramai kabar serangan ransomware di media sosial sekitar tujuh hari lalu, Teguh memilih tidak menyampaikan apa pun terkait serangan tersebut.

"Karena data yg dilampirkan tdk cukup meyakinkan, akhirnya memilih utk ga publish apapun terkait insiden ini. Lalu, benar ga sih BRI jadi korban ransomware?" cuit Teguh melalui akun X @secgron dikutip, Rabu (25/12/2024).

Setelah mengklaim hasil serangan terhadap data BRI berhasil, Bashe memberikan tenggat waktu kepada perbankan pelat merah tersebut sebelum merilis data di publik.

Teguh menyebut, hingga waktu yang ditentukan berakhir, data yang dirilis oleh Bashe hanya berisikan 100 row data yang terhubung dengan salah satu dokumen di Scribd dan PDFCoffee.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
14 hari lalu

Pemerintah Siapkan Rp3,8 Triliun untuk Rekening Gratis 76 Juta Warga Usia 17 Tahun ke Atas

28 hari lalu

Rosan Ungkap Skema Warga Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening: BRI Nasional, BSI Khusus Aceh

28 hari lalu

Warga RI Berusia 17 Tahun bakal Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50.000

29 hari lalu

Hoaks Politik Makin Canggih, Partai Perindo Dorong Sistem Deteksi Dini jelang Pemilu 2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal