“Artinya ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM masih tinggi. Meski sejak kuartal pertama 2019 Pertamina sudah berhasil tidak mengimpor Solar dan Avtur, namun impor utk produk lain masih diperlukan," kata Igantius.
Terakhir, lanjut dia, Indonesia harus segera memaksimalkan jumlah produksi BBM dengan spesifikasi lebih tinggi dan ramah lingkungan.
“Kita harus genjot produksi BBM dengan standar yang lebih tinggi, yakni Euro 4 dan 5, pararel dengan upaya Pertamina untuk terus mendorong masyarakat menggunakan BBM lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo," ujarnya.
Dia menegaskan dari keempat alasan strategis tersebut, pengembangan dan pembangunan kilang Indonesia menjadi keharusan dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi untuk Indonesia.