Jembatan ini, kata Yudha, dibagi dua bagian yaitu Batam-Tanjung Sauh sekitar 2.000 meter dan Tanjung Sauh-Bintan sekitar 5.000 meter, sehingga totalnya 7.000 meter. Untuk Batam-Tanjung Sauh akan dibangun pemerintah sementara Tanjung Sauh-Bintang akan dibangun investor melalui proses lelang.
Dengan keterlibatan investor, maka kendaraan yang lewat akan dikenakan tarif. Desain awal jembatan yang dibuat pada 2005 dan direvisi pada 2010 juga akan kembali diubah, termasuk lebar jembatan akan ditambah dari 28 meter menjadi 33 meter sesuai standar tol.
Jembatan Batam-Bintan akan mendukung pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter-shelter di Pulau Bintan, sehingga juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah. Selain itu, jembatan ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas di Kepulauan Riau, dengan mengurangi waktu tempuh dan biaya transportasi orang dan barang.