Luhut Sebut Australia Setuju Tambah Ekspor 60.000 Ton Lithium ke RI

Dinar Fitra Maghiszha
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebut Australia setuju tambah ekspor 60.000 ton lithium ke RI. (Foto: Tangkapan Layar)

Dari sisi ongkos produksi, beban operasional untuk mengolah lithium di Australia dinilai lebih besar dibandingkan Indonesia. Karena itu, menurut Luhut, Indonesia memiliki peluang untuk memprosesnya dengan biaya yang jauh lebih murah.

"Cost di Australia bisa 4 sampai 5 kali dari kita kalau mau buat processing mobil listrik misalnya. Jadi di Indonesia cost-nya bisa lebih turun," ujarnya.

Terkait teknologi pengolahan, Luhut meyakini mampu mendapatkannya dari China. Kolaborasi dengan negara-negara maju dipandang dapat semakin memperkokoh ekonomi negara.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PM India Narendra Modi Balas Kunjungan Prabowo, Siap Teken Perjanjian Kerja Sama Besok

57 tahun lalu

Prabowo ke PM Lawrence Wong: Singapura Tetangga Dekat, Stabilitas Jadi Kepentingan Bersama

57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

57 tahun lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal