Luhut Sebut Australia Setuju Tambah Ekspor 60.000 Ton Lithium ke RI

Dinar Fitra Maghiszha
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebut Australia setuju tambah ekspor 60.000 ton lithium ke RI. (Foto: Tangkapan Layar)

Dari sisi ongkos produksi, beban operasional untuk mengolah lithium di Australia dinilai lebih besar dibandingkan Indonesia. Karena itu, menurut Luhut, Indonesia memiliki peluang untuk memprosesnya dengan biaya yang jauh lebih murah.

"Cost di Australia bisa 4 sampai 5 kali dari kita kalau mau buat processing mobil listrik misalnya. Jadi di Indonesia cost-nya bisa lebih turun," ujarnya.

Terkait teknologi pengolahan, Luhut meyakini mampu mendapatkannya dari China. Kolaborasi dengan negara-negara maju dipandang dapat semakin memperkokoh ekonomi negara.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
19 jam lalu

Imbas Karhutla Indonesia, Seluruh Sekolah di 3 Negara Bagian Malaysia Ditutup

20 jam lalu

Israel Larang Masuk Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Warga Indonesia

6 hari lalu

Kelakar Prabowo ke Luhut: Dulu Mantan Komandan, Kini Saya Komandannya

6 hari lalu

RI Butuh 15.105 Kapal hingga 2029, Baru Ada 5.492 Unit yang Tersedia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal