Menakar Untung-Rugi RI Gabung ke OECD atau BRICS, Bagus Mana?

Tangguh Yudha
ilustrasi ekonomi RI (foto: Freepik)

Wijayanto mengatakan, bergabungnya Indonesia dengan BRICS sekaligus juga OECD menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia. Meskipun, membutuhkan upaya negosiasi yang sulit karena pendekatan tersebut membuka peluang bagi negara untuk mengoptimalkan keuntungan.

"Skenario terbaik bagi Indonesia adalah bergabung ke dua-duanya. Tentunya ini perlu negosiasi yang intensif. Opsi kedua, kita pilih mana yang paling mudah, cepat, dan paling menguntungkan, yang paling penting adalah mana yang memposisikan kita sebagai pemain penting," tuturnya.

"Opsi terakhir adalah do nothing, tidak gabung kedua-duanya. Ini yang terjadi selama hampir 10 tahun terakhir. Kalau kita mempertahankan posisi ini, maka kita akan kehilangan opportunity. Akhirnya kita akan bergabung tapi terlambat sehingga kita tidak punya peran optimal dalam ikut membentuk platform dan arah organisasi tersebut," ucap WIjayanto.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
6 hari lalu

Prabowo Sebut BRICS Perkuat Peran Global South dalam Bentuk Masa Depan Dunia

6 hari lalu

Prabowo Pamer Indonesia Kini Jadi Eksportir Beras dan Jagung di KTT BRICS 2026

6 hari lalu

KTT BRICS 2026, Prabowo Bicara Posisi Indonesia di Cincin Api dan Ancaman Perubahan Iklim

7 hari lalu

Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal