Mendag soal Rencana Pengenaan Bea Masuk: Tergantung Produk Impor

muhammad farhan
Mendag Zulkifli Hasan menyebut rencana penerapan bea masuk atau tarif impor belum tentu akan diterapkan sebesar 200 persen. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut bahwa rencana penerapan bea masuk atau tarif impor belum tentu akan diterapkan sebesar 200 persen. Menurutnya, perlu diadakan peninjauan besaran produk impor yang masuk dan merusak industri dalam negeri selama tiga tahun terakhir.

Zulhas menyebut, besaran jumlah produk impor akan ditinjau oleh Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Sedangkan, untuk produk impor yang ditenggarai masuk dengan metode dumping, akan ditinjau terlebih dahulu oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI).

"Bukan (200 persen), tergantung nanti lihat seberapa beratnya produk impor itu ditinjau hasil KADI dan KPPI. 200 (persen) bisa, 100 (persen) bisa, 50 (persen) bisa, 150  (persen) bisa," ujar Zulhas dalam jumpa pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Dia menambahkan, besaran lonjakan produk impor tersebut dilihat berdasarkan dampak terganggunya produk tersebut terhadap industri dalam negeri.

"Jadi dilihat berdasarkan lonjakannya, yang mempengaruhi industri dalam negeri. Biasanya kita impor 10 produk, tiba-tiba menjadi 100 ya bubar disini, semuanya tutup (industrinya)," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Mendag Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng Naik gegara Plastik Mahal

Nasional
14 hari lalu

Industri Tekstil Tertekan Imbas Perang di Timur Tengah, Harga Bahan Baku Naik 40 Persen

Nasional
15 hari lalu

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Tekan Harga Tiket

Nasional
24 hari lalu

Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal usai Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal