Menilik Rencana Prabowo Punya 44 Kementerian, Peluang atau Beban?

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana menambah kementerian jadi 44 dalam kabinetnye (foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Rencana presiden terpilih Prabowo Subianto menambah jumlah kementerian menjadi 44 dalam kabinetnya telah memicu beragam respons. Lantas, penambahan ini akan kah menjadi peluang atau beban?

Menurut Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah pada dasarnya penambahan jumlah kementerian sepanjang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tidak jadi masalah. 

“Kami melihatnya oke-oke saja, dalam arti malah memberikan peluang yang lebih besar untuk pelayanan publik,” ucap Trubus dalam Market Review IDX Channel pada Selasa (24/9).

Penambahan kementerian positif atau tidak? aklik halaman selanjutnya untuk membaca>>>

Trubus mengatakan, banyaknya kementerian dan lembaga diyakini akan membuat fokus pelayanan publik menjadi lebih prioritas. Contoh pemisahan yang diusulkan adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
6 hari lalu

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Tiba di Istana Merdeka Jelang Upacara HUT ke-81 RI

8 hari lalu

Prabowo Gembira Tak Ada Lagi Anggaran HUT Kementerian: Cukup Potong Tumpeng di Kantor

17 hari lalu

Mendagri Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Eksekusi Program Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

23 hari lalu

Pelayanan Publik Kementerian PU Raih Skor Kepuasan 89,76, Ini Faktor Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal