YOGYAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan untuk sementara waktu (moratorium) seluruh pekerjaan proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang (elevated).
"Pagi ini, saya sudah perintahkan, seluruh pekerjaan berhenti sementara waktu, mulai dari tol, LRT dan jembatan yang membutuhkan pekerjaan berat di atas, elevated, untuk dilakukan audit oleh Komite Keselamatan Konstruksi (KKK)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab pers di sela menghadiri Rapat Terbuka Fakultas Teknik Dalam Rangka Hari Pendidikan Teknik ke-72 di Universitas Gajah Mada, di Yogyakarta. Selasa (20/2/2018).
Penegasan itu terkait dengan kejadian ambruknya "bekisting pearhead" di salah satu titik proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu dan menyebabkan korban tujuh orang mengalami luka. Sebelum kejadian ini, beberapa peristiwa mirip dengan kejadian ini sudah kerap terjadi di Indonesia.
Menurut Basuki, setelah diaudit oleh KKK, pada setiap proyek dengan pekerjaan berat melayang tersebut, bisa atau tidak diteruskan ada di KKK. "Jadi, go (lanjut) atau no go (tidak lanjut) tergantung hasil audit," kata Basuki.
Basuki juga menambahkan, pihaknya juga sudah menghentikan sementara pekerjaan jembatan di Papua yang seharusnya hari ini dilakukan pengangkatan, diminta juga dihentikan dulu.