"Hari ini jam 12.30 WIB, saya undang pihak terkait untuk membicarakan masalah ini di Kementerian PUPR Jakarta," kata Basuki.
Basuki juga menyatakan, pelajaran yang bisa dipetik adalah lemahnya pengawasan karena ini pekerjaan rutin. Ketika ditanya sampai kapan penghentian sementara itu, Basuki menjawab singkat tergantung hasil audit oleh KKK.
Sebelumnya secara terpisah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memprotes pembangunan infrastruktur di Indonesia ternyata dikerjakan seperti sopir angkot (angkutan kota).
"Ya, seperti sopir angkot mengejar setoran. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.
Menurut Tulus, kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, dengan puluhan korban melayang, membuktikan hal itu.