“Tahun ini pemerintah akan mendorong dan menargetkan penyaluran KUR bisa mencapai Rp300 triliun dan tentu harapannya usaha-usaha produktif biasanya mempekerjakan tiga sampai lima tenaga kerja. Tentu ini akan menambah jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor entrepreneurship,” ujar Airlangga.
Secara keseluruhan, pemerintah telah menyalurkan KUR senilai Rp240,09 triliun kepada 4,07 juta pelaku UMKM hingga 31 Oktober 2025. Jumlah itu mencakup 83,77 persen dari target Rp286,61 triliun.
Airlangga menekankan pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. KUR menjadi sarana utama bagi pelaku UMKM mengakses pemodalan untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas usaha.
"Ini membuktikan KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas," ujar Airlangga.
Pada 2026, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 65 persen penyaluran menyasar sektor-sektor produksi.
Dengan kebijakan yang tidak membatasi frekuensi akses pembiayaan murah, Airlangga menekankan tidak ada alasan lagi bagi UMKM untuk tak naik kelas dan bersaing.
"Dengan kebijakan yang tepat dan pelaksanaan yang konsisten, kami yakin program-program ini akan terus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," ucap Airlangga.