OPEC+ Putuskan Kurangi Produksi Minyak Mulai November, Ini Ancaman AS

Jeanny Aipassa
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. (Foto: Reuters)

Menyikapi keputusan OPEC+ tersebut, Gedung Putih melaporkan, Presiden Joe Biden telah memerintahkan Departemen Energi untuk melepaskan 10 juta barel lagi dari Cadangan Minyak Strategis bulan depan.

"Presiden Biden kecewa dengan keputusan picik OPEC+ untuk memangkas kuota produksi sementara ekonomi global menghadapi dampak negatif lanjutan dari invasi Putin ke Ukraina,” bunyi pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip The New York Times, Kamis (6/8/2022). 

Tak hanya itu, AS pun mengancam akan segera memproses pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) No Oil Producing and Exporting Cartels atau NOPEC.

RUU NOPEC dirancang untuk melindungi konsumen dan bisnis AS dari lonjakan harga minyak akibat permainan ataua kebijakan buatan OPEC. 

RUU yang telah diloloskan oleh Senat AS pada awal Mei 2022, namun belum disahkan Kongres AS itu, dapat membawa negara-negara OPEC dan mitranya ke tuntutan hukum karena mengatur pengurangan pasokan yang menaikkan harga minyak mentah dunia.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
5 hari lalu

Trump Blak-blakan Ingin Maju Pilpres AS 2028, tapi...

8 hari lalu

Kondisi Terkini Joe Biden Memprihatinkan, Kesakitan akibat Kanker Prostat Menyebar ke Tulang

17 hari lalu

Laba Raksasa Migas Ini Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Perang di Timur Tengah

27 hari lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal