OPEC+ Putuskan Kurangi Produksi Minyak Mulai November, Ini Ancaman AS

Jeanny Aipassa
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. (Foto: Reuters)

Tak hanya itu, RUU NOPEC juga mengarahkan OPEC dapat dituduh sebagai kartel, sehingga AS dan negara-negara sekutunya dapat menjatuhkan sanksi jika OPEC dinilai mempermainkan harga minyak. Agar berlaku, RUU NOPEC itu perlu disahkan oleh Kongres AS, sebelum ditandatangani menjadi undang-undang oleh presiden. 

“Mengingat tindakan OPEC yang membatasi produksi minyak, Administrasi Biden akan berkonsultasi dengan Kongres tentang alat dan otoritas tambahan untuk mengurangi kontrol OPEC atas harga minyak,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

Gedung Putih menegaskan, OPEC selalu mengatakan bahwa mereka menjauhkan politik dari keputusan mereka, namun keputusan yang dibuat di Wina tidak dapat disangkal adalah keputusan politis yang berpotensi menimbulkan gejolak harga minyak. 

"Peluit anjing hari ini dapat ditafsirkan sebagai tanda bahwa Presiden Biden tidak akan selalu menghalangi pemungutan suara atas RUU NOPEC yang akan menyatakan OPEC sebagai kartel dan membuat anggota tunduk pada undang-undang anti-trust Sherman," kata Herman Wang, ahli strategi RBC Capital Markets.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Internasional
19 jam lalu

OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak 188 Ribu Barel per Hari selama Penutupan Selat Hormuz

Internasional
7 hari lalu

Mengejutkan! Uni Emirat Arab Keluar dari Organisasi Pengekspor Minyak OPEC

Nasional
16 hari lalu

Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 102,26 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Bisnis
30 hari lalu

Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 116 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal