Ketua Koperasi Warteg Nusantara Mukroni mengatakan, pedagang warteg bisa nangis darah jika harga LPG 3 kg naik. Foto: Iqbal DP
Iqbal Dwi Purnama

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memberikan sinyal akan menaikkan harga LPG 3 kilogram (kg) secara bertahap karena sudah tidak naik sejak 2007. Soal rencana ini, Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantra) Mukroni keberatan. 

Dia menuturkan, warung makan kecil seperti warteg miliknya selama ini menggunakan LPG 3 kg. Menurut dia, penggunaan LPG ukuran ini tersebut tidak bisa digantikan.

Selain itu, Mukroni menuturkan, daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah pembeli yang datang ke wartegnya. 

"Daya beli belum pulih, penjualannya belum siginifikan. Kita mau pakai apa lagi selain gas (LPG 3 kg)? Nangis darah kalau sampai naik," kata dia kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (2/4/2022).

Mukroni mengaku, sejak harga minyak goreng naik cukup signifikan membuat para pengusaha warteg bingung untuk menyesuaikan harga makanan.

"Semua bahan baku masih naik, kita mau cari keuntungan berapa?" ucap Mukroni.

Dia berharap pemerintah untuk menunda niatnya menaikkan harga LPG 3 Kg. Setidaknya hingga ekonomi masyarakat pulih bersama-sama, sehingga antara konsumen dan produsen tidak ada yang menjadi korban.

"Kalau bisa tunda dulu, tunggu daya belinya bagus, omzet bagus. Kalau kita naikkan harga, tapi masyarakat tidak bisa beli kasihan, setidaknya tunda (naikkan harga LPG 3 kg)," tutur Mukroni.



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT