Pegadaian Gandeng Universitas Andalas, Lakukan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami

Rizqa Leony Putri
PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas melakukan riset komprehensif mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami di Kota Padang. (Foto: dok Pegadaian)

PADANG, iNews.id PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) mengambil langkah proaktif dalam melindungi masyarakat pesisir melalui penyerahan hasil riset komprehensif Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang. Prosesi penyerahan hasil riset kolaboratif ini berlangsung di Kampus Universitas Andalas Padang yang diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin (29/6/2026).

Langkah ini menjadi wujud nyata dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan ketahanan komunitas. Melalui program Pegadaian Peduli, hal ini membuktikan bahwa Perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan inklusi finansial, melainkan juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan investasi sosial jangka panjang masyarakat di wilayah operasional rawan bencana.

Riset kolaboratif ini sukses melahirkan sebuah cetak biru (blueprint) model mitigasi bencana berbasis masyarakat (community-based disaster risk management). Model ini mengintegrasikan lima instrumen utama, yaitu: teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, hingga edukasi masyarakat yang disertai dengan simulasi kebencanaan mandiri yang dapat diterapkan.

Tingginya potensi ancaman gempa megathrust Mentawai dan risiko tsunami di sepanjang pesisir Kota Padang menuntut adanya solusi yang tidak hanya bergantung pada infrastruktur besar milik pemerintah, melainkan penguatan kapasitas internal warga sebagai garda terdepan penyelamatan.

Salah satu terobosan paling menonjol dari riset ini adalah penempatan masjid sebagai simbol kesiapsiagaan darurat. Di bawah model baru ini, masjid dioptimalkan fungsinya untuk bertindak sebagai shelter evakuasi sementara, pusat kendali informasi, serta ruang koordinasi utama warga saat terjadi masa krisis.

Pendekatan sosiologis ini dipilih secara cermat karena dinilai sangat selaras dengan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" di Sumatera Barat, di mana masjid memegang peran sentral dalam struktural dan kultural kehidupan masyarakat.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas, mengatakan bahwa kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
14 jam lalu

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kerahkan Tim Medis hingga 10 Truk Logistik

15 jam lalu

Raja Salman Doakan Korban Gempa NTT: Semoga Lekas Sembuh!

15 jam lalu

Gempa NTT Rusak 794 BTS, Menkomdigi: 86 Persen Sudah Kembali Beroperasi

20 jam lalu

Astra Perkenalkan Logo HUT ke-70: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal