"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya yakin akan semakin banyak turis dari Malaysia, Singapura, dan Brunei yang kembali datang. Mereka sering kali datang hanya untuk potong rambut atau perawatan wajah, sehingga akhirnya menginap lebih lama. Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, kawasan publik harus ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," ungkapnya.
Terkait teknis pengerjaan, KDM menargetkan proses penataan kawasan ini dapat berjalan cepat dan transparan. Pembongkaran fasilitas lama dan penataan yang baru akan dilakukan melalui mekanisme lelang yang terbuka untuk publik.
"Urusan administrasi dan segala macamnya ditargetkan selesai dalam satu bulan, sehingga pada Oktober seluruh pengerjaan fisik sudah rampung," katanya.
Dia juga menjamin bahwa prinsip utama pemerintah dalam proyek ini adalah integritas tinggi tanpa penyimpangan aturan. "Selama kita memiliki niat yang baik dan proses berjalan transparan, tanpa ada praktik fee yang menyimpang dalam lelang, selama kita lurus-lurus saja semua orang akan memahami itu,"ucapnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, mengapresiasi kolaborasi strategis antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar dalam menuntaskan berbagai proyek vital perkotaan.
"Alhamdulillah, hari ini terjalin sinergi yang luar biasa antara Pemkot dan Pemprov. Dari tiga isu utama yang sempat kami bahas bersama Pak Gubernur, semuanya sudah berjalan dengan baik. TPPAS Legok Nangka sudah groundbreaking, dan hari ini Teras Cihampelas resmi diserahterimakan. Tiga isu paling ramai antara saya dan Pak Gubernur, beres," tuturnya.
Alih kelola dan penataan Teras Cihampelas ini diharapkan bukan sekadar membenahi infrastruktur, melainkan menjadi stimulus kuat untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata di jantung Kota Bandung.