Pengusaha Hotel Minta Bantuan Pemerintah karena Tabungan Habis Gara-gara Pandemi

Avirista Midaada
Sebagian pengusaha hotel sudah kehabisan tabungan selama pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Di tengah kondisi sulit, dia mengakui, pemerintah tidak memberikan keringanan biaya melalui relaksasi pajak maupun pembayaran lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan, PLN, hingga PDAM. Karena itu, dia berharap agar pemerintah daerah di masing-masing kabupaten dan kota bisa memberikan keringanan pajak dan beban lainnya kepada hotel dan restoran. 

"Jadi sekarang sudah sangat berat sekali, kita ke pemerintah mengimbau kewajiban-kewajiban ini seperti energi PLN, PDAM, BPJS, kemudian pajak. Kalau bisa ada penangguhan, syukur kalau dihilangkan sementara sampai Agustus. Ini karena bebannya berat sekali untuk operasionalnya, lebih tinggi bintangnya lebih berat operasionalnya," tutur dia. 

Bila hal tersebut tidak dilakukan, dia khawatir bisnis perhotelan dan restoran akan makin berat. Apalagi beberapa pelaku perhotelan mulai mengeluhkan kehabisan tabungan imbas dampak perekonomian yang sudah terjadi lebih dari satu tahun lebih. 

"Jangan sampai terbebani banyak hal lagi, seperti pajak, biaya energi tadi, BPJS, relaksasi bank," ucapnya. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Destinasi
20 jam lalu

Liburan 2026 Lebih Hemat dengan Pilihan Hotel Mulai Rp100.000

Nasional
9 hari lalu

Hotel untuk Kampung Haji RI Belum Bisa Digunakan Tahun Ini, Begini Alasannya

Nasional
12 hari lalu

Danantara Targetkan Kampung Haji di Makkah Tahap Awal Tampung 22.000 Jemaah

Nasional
14 hari lalu

RI Resmi Punya Hotel di Makkah, Jadi Kampung Haji di Saudi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal