Nuraini mengatakan, selain masyarakat Korea Selatan, ada warga negara asing yang sempat mampir ke tempat usahanya. Seperti WNA dari Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman. Menurutnya, para WNA mendapatkan informasi dari internet.
"Mereka kenal Indonesia dengan nasi goreng. Mereka ingin tahu seperti apa fried rice. Ada juga mereka pernah pergi wisata ke Bali dan mereka kangen dengan masakan Indonesia dan pernah mencoba juga di sini," katanya.
Sementara Diaspora Pengusaha di Hong Kong, Sarinah mengatakan, secara populasi negara tersebut tidak terlalu besar dan memiliki banyak PMI. Hal ini pun melahirkan berbagai peluang yang bisa digarap.
Sarinah mengatakan, masih banyak produk yang belum memperhatikan hal ini, sehingga Sarinah harus melakukan riset dan juga packing ulang. Untungnya, BNI cukup membantu dalam memperbesar usaha yang dijalankan Sarinah hingga saat ini.
"Pembiayaan kerja sama remitansi dan business matching sungguh membantu kami, belum lagi mencari produk Indonesia jadi lebih gampang. Selama ini sudah banyak yg sukses melakukan ini, jadi kami bisa memperbanyak jenis produk dan didistribusikan," kata Sarinah.