Ide utamanya adalah agar organisasi secara kreatif mengelola perencanaan strategis untuk mengadopsi garis besar yang diberikan dari beberapa aturan sederhana', mekanisme adaptif atau kontingensi dan menyerahkan sisanya kepada 'organisasi mandiri'.
Di dunia dimana rasionalitas dibatasi, dengan demikian di mana inkrementalisme logis adalah aturan hari ini, memiliki agen (dalam format pengorganisasian diri) berinteraksi secara lokal sesuai dengan prinsip mereka sendiri, tanpa adanya cetak biru keseluruhan untuk sistem yang mereka bentuk. Fakta membawa kita pada apa yang di gambarkan sebagai proses strategi 'sengaja muncul'.
Merefleksikan tindakan dan mencari jawaban tentang cara terbaik menyesuaikan perencanaan strategis dalam sistem yang kompleks di dunia kita yang sekarang lebih bergejolak. Saya menemukan pengalaman pengalaman saya sendiri dalam memimpin perusahaan Indonesia sangat berguna.
Saya menggambarkan pendekatan saya sendiri sebagai 'pendekatan perencanaan meta' yang menyerukan eksplorasi konstan, upaya eksplorasi paralel oleh anggota organisasi yang berbeda. Kombinasi langkah-langkah tambahan (jalan adaptif) dengan lompatan besar sesekali yang bertentangan dengan bentuk tradisional perencanaan strategis, telah berhasil diimplementasikan oleh Shell untuk menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan strategis yang kreatif dan dapat diterapkan secara konsisten.
Pendekatan ini mencakup gagasan 'rasionalitas terbatas' (hanya ada begitu banyak yang dapat kita ketahui; kita tidak mengetahui apa yang tidak kita ketahui) dan bertujuan untuk memfasilitasi atau bahkan memanfaatkan 'sifat dan kekuatan hubungan antara agen dan skema mereka' dalam sistem dan subsistem adaptif yang kompleks, untuk memenuhi lingkungan yang selalu berubah dari lanskap kompetitif organisasi (Anderson, 1999).