Pertamina Geothermal Energy Siap IPO, Incar Dana Segar Rp9,78 Triliun

Cahya Puteri Abdi Rabbi
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk bakal mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Februari. (Foto/Ilustrasi: Istimewa)

Lalu, 12 persen dana hasil IPO akan digunakan Perseroan untuk capex atau investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir untuk mendukung production, operation and maintenance excellence.

Manajemen PGE menyampaikan, capex atau investasi pengembangan kapasitas tambahan sebesar 165 megawatt (MW) untuk Unit 2 di WKP Lumut Balai dan Margabayur (sebesar 55 megawatt) dan Unit 1 dan Unit 2 di WKP Hululais (sebesar 110 megawatt) akan dilakukan langsung oleh Perseroan.

Sedangkan, pihak yang akan melaksanakan pengembangan kapasitas tambahan untuk WKP lainnya saat ini masih belum dapat ditentukan, mengingat pengembangan usaha tersebut masih dalam tahap feasibility study maupun kesepakatan awal (memorandum of understanding atau head of agreement).

“Adapun capex atau investasi pengembangan untuk WKP lainnya tersebut dapat dilakukan langsung oleh Perseroan, atau melalui anak perusahaan baru yang akan didirikan oleh Perseroan,” ditulis dalam prospektus.

Sementara itu, sebesar 15 persen atau sebanyak-banyaknya 100 juta dolar AS dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian facilities agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara Perseroan dengan Mandated Lead Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai facility agent.

Pertamina Geothermal Energy dijadwalkan melantai di bursa pada 24 Februari 2023 dengan kode PGEO. Tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 16 Februari 2023. Kemudian, masa penawaran umum akan digelar pada 20 hingga 22 Februari 2023. 

Lalu, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan berlangsung pada 22 dan 23 Februari 2023. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

Harga BBM Pertamina 5 Februari 2026 dari Pertalite hingga Pertamax

Bisnis
8 jam lalu

BEI Perketat Syarat Perusahaan IPO di Bursa, Cegah Kemunculan Saham Gorengan

Keuangan
20 jam lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Naik Tipis ke 8.146, MBTO-NASI Pimpin Top Gainers

Nasional
21 jam lalu

267 Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen, Terancam Suspensi hingga Didepak Bursa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal