Pertamina masih menyelidiki penyebab terjadinya rembesan BBM di sekitar lokasi proyek pipa BBM Cilacap-Bandung (CB) 3, Kabupaten Cilacap. (Foto: Antara/HO-Hutama Karya)
Mochamad Rizky Fauzan

CILACAP, iNews.id - PT Pertamina (Persero) sampai saat ini masih menyelidiki penyebab terjadinya rembesan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar lokasi proyek pipa BBM Cilacap-Bandung (CB) 3, Dusung Lengkong, Desa Jeruklegi Kulon, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Kami bersama pihak Kerja Sama Operasional (KSO) PT Hutama Karya (Persero) dan PT Timas Suplindo selaku pelaksana proyek pipa CB 3 masih melakukan investigasi terhadap penyebab rembesan itu," ujar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho dikutip, Minggu (7/8/2022).

Brasto menambahkan, pihaknya telah merelokalisasi area rembesan yang dilanjutkan dengan penggalian tanah untuk mencari titik kebocoran pada pipa BBM yang rembes untuk dilakukan perbaikan. Rembesan yang terjadi pada Rabu (3/8/2022) dini hari tersebut diketahui berasal dari pipa CB 1.

"Pipa CB 1 dan CB 2 yang ada saat ini merupakan pipa multifungsi. Pipa tersebut dapat digunakan untuk menyalurkan gasoline (Pertalite, Pertamax, dan sebagainya) maupun gasoil (Solar, Dex, dan sebagainya) secara bergantian dari Cilacap menuju Bandung," kata dia.

Karena terjadi rembesan, lanjutnya, penyaluran BBM dari Cilacap menuju Bandung dialihkan melalui jalur pipa CB 2. Terkait dengan jenis BBM yang rembes dan mengotori Sungai Jambu di Dusung Lengkong, Brasto mengatakan hal itu terdiri atas dua jenis yakni gasoil dan gasoline.

"Kebetulan masih ada sisa-sisa gasoil yang ikut keluar bersama gasoline karena memang pipa tersebut multifungsi," ucapnya.

Menurut dia, Pertamina telah berupaya melakukan penanganan terhadap dampak rembesan BBM tersebut terhadap lingkungan, salah satunya dengan melokalisasi dan menyedot BBM yang mengotori Sungai Jambu.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT