Rupiah Kuat Dikhawatirkan Eksportir, Begini Respons Gubernur BI Perry Warjiyo

Muhammad Aulia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)

"Ekspor komoditas ini bagus karena memang permintaannya naik (maka) harganya naik, jadi permintaan ekspor untuk komoditas naik. Lalu ekspor manufaktur juga terbantu dengan penguatan Rupiah karena manufaktur butuh impor. Dengan impor yang lebih baik, produksinya semakin baik, ekspor manufakturnya juga akan meningkat," ucap Perry.

Selain itu, Perry juga menjelaskan penguatan rupiah dapat membantu produksi dan investasi di dalam negeri. Hal ini disebabkan karena penguatan Rupiah akan mendorong investasi di dalam negeri yang nantinya akan pertumbuhan ekonomi.

"Secara keseluruhan, dampak dari penguatan nilai tukar (Rupiah) itu positif terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
9 jam lalu

Komisi XI DPR Uji Kelayakan Calon Gubernur BI Destry Damayanti Pekan Depan

14 jam lalu

Utang Luar Negeri RI Naik jadi 453,4 Miliar Dolar AS di Kuartal II 2026, BI Ungkap Penyebabnya

2 hari lalu

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Digunakan untuk Transaksi QRIS

4 hari lalu

OVO dan Bank Indonesia Hadirkan Fintech Academy di PRABU UNPAD, Perkuat Literasi Keuangan 10.000 Maba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal