Rupiah Kuat Dikhawatirkan Eksportir, Begini Respons Gubernur BI Perry Warjiyo

Muhammad Aulia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)

"Ekspor komoditas ini bagus karena memang permintaannya naik (maka) harganya naik, jadi permintaan ekspor untuk komoditas naik. Lalu ekspor manufaktur juga terbantu dengan penguatan Rupiah karena manufaktur butuh impor. Dengan impor yang lebih baik, produksinya semakin baik, ekspor manufakturnya juga akan meningkat," ucap Perry.

Selain itu, Perry juga menjelaskan penguatan rupiah dapat membantu produksi dan investasi di dalam negeri. Hal ini disebabkan karena penguatan Rupiah akan mendorong investasi di dalam negeri yang nantinya akan pertumbuhan ekonomi.

"Secara keseluruhan, dampak dari penguatan nilai tukar (Rupiah) itu positif terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.907 per Dolar AS

57 tahun lalu

Purbaya Siapkan Kredit Bunga 4 Persen untuk UKM Eksportir, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

57 tahun lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal