Saham Google Melesat 8 Persen, Didorong Kenaikan Penjualan Iklan 

Aditya Pratama
Saham Alphabet Inc (GOOGL), perusahaan induk Google mengalami kenaikan signifikan 8 persen. Kenaikan didorong penjualan iklan yang turut melesat. (foto: Istimewa)

Akhir tahun yang kuat membantu total penjualan tahunan Alphabet mencapai 257,6 miliar dolar AS, pertama kali mencapai angka 200 miliar dolar AS. Namun, ada beberapa tanda bahaya dalam laporan tersebut. Biaya akuisisi lalu lintas Google, jumlah yang dihabiskan untuk membawa pengguna ke platformnya, naik sekitar 3 miliar dolar AS selama kuartal tersebut.

Pendapatan dari segmen lain perusahaan, yang mencakup usaha mobil self-driving Waymo, juga mencatat sedikit penurunan pendapatan dari tahun ke tahun menjadi 181 juta dolar AS dan kerugian hampir 1,8 miliar dolar AS.

CEO Alphabet Sundar Pichai berkomentar terkait pendapatan berbagai tagihan yang diusulkan sedang dipertimbangkan di Kongres yang bertujuan untuk menindak kekuatan dominan perusahaan Big Tech. Salah satu Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut, disetujui Komite Kehakiman Senat bulan lalu, akan melarang perusahaan teknologi besar untuk memilih produk atau layanan mereka sendiri di platform mereka. 

Jika disahkan, Undang-Undang tersebut dapat melarang Google untuk mencantumkan hasil dari Google Maps di bagian atas halaman pencariannya.

"Kami terbuka untuk peraturan yang masuk akal dan diperbarui. Penting bahwa teknologi bermanfaat bagi masyarakat," kata Pichai. 

"Pada beberapa proposal saat ini, ada area di mana kami benar-benar khawatir bahwa mereka dapat merusak berbagai layanan populer yang kami tawarkan kepada pengguna kami, semua pekerjaan yang kami lakukan untuk membuat produk kami aman, pribadi, aman dan, dalam beberapa kasus, dapat merusak daya saing Amerika dengan hanya merugikan perusahaan AS," sambungnya.

Selain itu, perusahaan juga mengumumkan stock split saham 20:1 yang akan dilaksanakan 15 Juli 2022. Langkah tersebut akan membuat saham lebih terjangkau dan dapat meningkatkan likuiditas bagi Google. Saat ini, rencana aksi korporasi tersebut sedang menunggu persetujuan pemegang saham.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Keuangan
2 hari lalu

370 Saham Terkoreksi, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 8.508

Keuangan
2 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, Nilai Transaksi Tembus Rp870 Miliar 

Keuangan
3 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 8.545, JAWA-UNTD Pimpin Top Losers

Bisnis
4 hari lalu

Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia Berkat Lonjakan Saham Induk Google

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal