SDM di Industri Digital Doyan Gonta-Ganti Tempat Kerja

Isna Rifka Sri Rahayu
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Ignatius menyebut, tingginya perputaran karyawan membuat belanja pegawai menjadi mahal. Pasalnya, gaji pekerja di sektor ini sudah sangat tinggi.

"Artinya kebutuhannya tinggi, pindahnya cepat, ekonominya tinggi karena gaji naik. Kalau setahun sekali pindah artinya gaji naik terus jadi pengeluarannya tinggi," ucapnya.

Menurut dia, minimnya jumlah SDM di sektor ini karena keahlian di bidang digital relatif baru. Dia menyebut, banyak generasi muda yang belum mengenal industri tersebut. Padahal, industri ini menawarkan berbagai peluang yang menjanjikan sekaligus potensial menjadi industri besar di masa depan.

"Faktanya anak muda Indonesia itu masih banyak yang cita-citanya pilot, doktor insinyur. Tidak banyak yang cita-citanya jadi pelaku e-commerce," kata dia.

Untuk itu, idEA mendukung penuh rencana pemerintah membentuk peta jalan (roadmap) e-commerce. Dalam roadmap itu, ada salah satu poin mendorong pendidikan untuk mendorong SDM di industri digital.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Purbaya Beberkan Rencana Pajaki Toko Online: Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Bisnis
1 bulan lalu

Grab Indonesia 2025: Ketika Platform Digital Jadi Bantalan Sosial dan Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis
2 bulan lalu

Satu Dekade Shopee, Ciptakan Dampak bagi Ekosistem lewat Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis
2 bulan lalu

Kisah Sukses Wirausaha Muda bersama Shopee Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal