Seminggu Taliban Berkuasa, Aktivitas Ekonomi Afghanistan Lumpuh

Dinar Fitra Maghiszha
Para pendiri dan pemimpin Taliban yang kembali berkuasa di Afghanistan. (Foto: Ist.)

Ketidakpastian politik dan ekonomi yang rapuh membuat dukungan mancanegara mulai luntur. Nilai mata uang lokal Afghani jatuh terhadap dolar dan mendorong kenaikan harga bahan pokok.

Seorang mantan polisi Afghanistan bercerita betapa sulitnya bertahan hidup seminggu setelah kelompok Taliban mengambil alih pemerintahan sah di Ibukota Kabul.

Dirinya yang terbiasa melindungi masyarakat kini memilih untuk bersembunyi di tengah ancaman anggota Taliban yang telah merangsek di jalanan kota.

Bersama istri dan keempat anaknya, ia harus rela kehilangan pekerjaan dan tak lagi menerima gaji sebagai aparat sebesar 260 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp3,7 juta per bulan.

"Saya benar-benar kacau, tak tahu apa yang perlu saya lakukan terlebih dahulu, apakah bertahan hidup untuk keselamatan saya pribadi atau memberi makan anak-anak dan keluarga," kata mantan polisi yang tak ingin disebutkan namanya. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
8 hari lalu

Pramono Ungkap Pestapora dan The Weeknd Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp250 Miliar

10 hari lalu

Horor! Serangan Bom Hantam Pos Polisi di Pakistan, 12 Orang Tewas

11 hari lalu

Menkeu Suahasil Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5% di Semester II 2026, Ini Pendorongnya

19 hari lalu

Prabowo Sebut Efek Kopdes Merah Putih Baru Terasa di 2027, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal