Menko perekonomian, Airlangga Hartarto (keempat kiri) bersama jajaran menteri dan pejabat yang menghadiri pembukaan Paviliun Indonesia pada perhelatan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022, Senin (23/5/2022). (Foto: Istimewa)
Jeanny Aipassa

DAVOS, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko perekonomian), Airlangga Hartarto, menyerukan negara-negara anggota G20 solid untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia. Dia berharap keutuhan G20 tetap terjaga, sehingga tidak berubah menjadi G19 atau G13.

Pernyataan itu, disampaikan Menko Airlangga, dalam sambutan di Paviliun Indonesia pada perhelatan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022, Senin (23/5/2022). 

Dalam sambutannya, Menko Airlangga berbicara mengenai isu global terutama permasalahan geopolitik terkait invasi Rusia ke Ukraina, yang memberikan tantangan tersendiri bagi Presidensi G20 Indonesia. 

Dia menegaskan, dunia tidak menutup mata pada permasalahanpermasalahan global lainnya yang terjadi secara simultan dengan perang Rusia-Ukraina seperti agenda perubahan iklim dan vaksinasi yang belum merata di seluruh dunia.

“Perang di Ukraina mempertanyakan eksistensi G20. Ada juga perdebatan sengit tentang siapa yang harus atau tidak boleh diundang. Sebagai Presidensi G20, kepentingan Indonesia adalah menjaga keutuhan G20. G20 harus dipertahankan sebagai G20, bukan menjadi G19, atau G13,” ujar Menko Airlangga.

Dia juga menekankan pentingnya peran dan kerja sama semua anggota G20 dalam menjaga stabilitas dunia. Pasalnya, selama krisis keuangan global 2008, G20-lah yang mencegah ekonomi dunia jatuh lebih dalam ke jurang depresi. 

"Negara-negara G20 terdiri dari dua pertiga dari populasi dunia, 85 persen dari PDB dunia, 75 persen  dari perdagangan dunia, dan 80 persen dari investasi global. Keputusan yang dicapai di G20 akan memperbaiki banyak hal di dunia ini,” ungkap Menko Airlangga.

Terkait dengan itu, Menko Airlangga berharap, semua anggota G20 dapat hadir, kalau bisa secara fisik, pada rangkaian pertemuan G20 sehingga dapat menghasilkan konsensus global demi recovery dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan slogan Presidensi G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger”. 

Pada kesempatan itu, Menko Airlangga juga merefleksikan pengalaman dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19 pada dua tahun terakhir dan mengungkap ketahanan Indonesia dalam menjaga kestabilan ekonomi. 

“Dua tahun terakhir semua negara berada dalam keadaan sulit akibat pandemi Covid-19. Kabar baiknya, Indonesia menunjukkan ketahanannya dan mulai menunjukkan proses recovery dimana perekonomian Indonesia pada Triwulan I tahun ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,1 persen yoy,” kata Menko Airlangga.

WEFAM akhirnya kembali digelar setelah sempat vakum pada tahun 2021 akibat pandemi Covid-19. Dalam forum ekonomi internasional tersebut, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk kembali terlibat melalui Indonesia Pavilion dan Indonesia Night.

Indonesia Pavilion adalah sebuah wadah untuk berdiskusi, mengadakan seminar, dan menjalin koneksi dengan entitas dari negara lain. Sedangkan Indonesian Night bertujuan untuk mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia ke dunia. Sebelumnya Indonesia juga pernah membuka Indonesia Pavilion di WEFAM 2018, 2019, dan 2020.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT