Sosok Pavel Durov, Pendiri Telegram Berharta Rp238 Triliun yang Ditangkap di Prancis

Aditya Pratama
Pendiri sekaligus CEO Telegram Pavel Durov memiliki kekayaan setara Rp238 triliun. Dia pindah ke Dubai pada 2017 setelah meninggalkan Rusia pada 2014. (Foto: X)

Pada tahun 2017, Durov dan Telegram pindah ke Dubai, dan menurut media Prancis dia juga telah menerima kewarganegaraan Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, dia telah menjadi warga negara Prancis pada bulan Agustus 2021. 

Tak hanya Prancis, Durov juga tercatat sebagai warga negara St. Kitts dan Nevis, negara kepulauan ganda di Karibia, menurut laporan media.

Telegram cukup berpengaruh di Rusia, Ukraina, dan negara-negara bekas Uni Soviet. Telegram telah menjadi sumber informasi penting tentang perang Rusia di Ukraina, yang banyak digunakan oleh pejabat Moskow dan Kyiv. Sejumlah analis menyebut aplikasi tersebut sebagai 'medan perang virtual' pada perang tersebut.

Adapun, Rusia telah memblokir Telegram pada tahun 2018 setelah aplikasi tersebut menolak untuk mematuhi perintah pengadilan untuk memberikan akses kepada layanan keamanan negara ke pesan terenkripsi milik penggunanya. 

Tindakan tersebut tidak banyak berpengaruh pada ketersediaan Telegram di sana, tetapi memicu protes massal di Moskow dan kritik dari LSM.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Demonstrasi Ratusan Ribu Orang di Prancis Rusuh Lagi, Toko Perhiasan Dirampok

3 hari lalu

Bentrokan di Paris Prancis kembali Pecah! Polisi Tembakkan Gas Air Mata

3 hari lalu

Prancis Tutup Museum-Museum Besar Termasuk Louvre, Cegah Dijarah saat Demo Besar-besaran

3 hari lalu

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp2.326 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal