Sri Lanka Darurat Ekonomi, Pemerintah Sita Stok Makanan dan Atur Harga

Aditya Pratama
Sri Lanka darurat ekonomi, pemerintah sita stok makanan dan atur harga. Foto: Reuters

Selanjutnya barang-barang tersebut akan dibanderol dengan harga yang dijamin pemerintah atau berdasarkan nilai pabean barang impor untuk mencegah penyimpangan pasar.

Departemen Sensus dan Statistik Sri Lanka menyatakan, kenaikan nilai tukar mata uang asing adalah salah satu penyebab naiknya harga sejumlah barang pokok selama 12 bulan terakhir. 

Sri Lanka mengalami inflasi bulan ke bulan di Agustus sebesar 6 persen, naik dibanding Juli yang tercatat 5,7 persen. Hal tersebut terutama didorong harga pangan yang tinggi.

Negara importir bersih makanan dan komoditas lainnya ini mengalami lonjakan kasus Covid-19. Itu memberi imbas besar pada industri pariwisata negara tersebut, yang menjadi salah satu penghasil mata uang asing utamanya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Rupiah Menguat 0,75 Persen dalam Sepekan, Ini Pendorongnya

23 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

23 hari lalu

Inflasi Tahunan Juli 2026 Capai 2,88 Persen, BPS Ungkap Pemicunya

29 hari lalu

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Soroti Efek Domino ke Ekonomi RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal